Inner Mongolia: ORDOS si kota hantu

article by: salsabila barata m

Assalamualaikum human!

Nah perjalanan kita dimulai dengan mengunjungi hantu Ordos, ketika masuk bus kita disambut oleh pemandu lokal yang menggunakan pakaian tradisional Ordos, pakaian tradisional nya mirip seperti pakaian tradisional China pada umumnya namun tidak berwarna merah, mereka punya berbagai macam warna dan yang dipakai guide lokalku warna biru. Selama perjalanan kita ditemani oleh dua guide lokal satu guide lokal yang menjadi translator dia fasih berbicara bahasa Indonesia dan satu lagi merupakan yang ahli mengenai sejarah dan kotanya namun dia tidak bisa berbicara bahasa Indonesia. destinasi pertama yang kita kunjungi itu adalah Kangbashi, kota ini yang terkenal akan kota hantunya. Kenapa sih disebut kota hantu? padahal kota ini sangat amat modern. Fasilitas di kota ini lengkap mulai dari stadion olahraga sampai perpustakaan, bahkan ketikakita pertama kali keluar dari bandara kita disambut oleh gedung gedung apartemen yang tinggi tinggi dan modern namun menurut informasi yang aku dapat 80% apartemen di kota ordos ini tidak berpenghuni karena dikitnya masyarakat yang tinggal di sana. Jadi si kotak Kangbashi ini mulai dibangun 2003 oleh Para investor dan mendapatkan subsidi dari pemerintah tapi karena Kota Ordos ini berada di tengah-tengah padang pasir Mongolia sehingga biaya hidup di sana lebih mahal daripada di tiongkok seperti Beijing dan lain-lain, pajak di sana pun lebih tinggi sehingga jarang sekali masyarakat Tiongkok yang ingin tinggal di sana.

Sebagai usaha pemerintah untuk menghidupi kota Ordos ini, pemerintah menawarkan kompensasi dan apartemen gratis bagi petani yang ingin tinggal di kota ini. Selain itu, pemerintah juga memindahkan kantor pemerintahan ke kota hantu ini sehingga para pekerjanya ingin pindah ke kota ordos yang dekat dengan kantornya. usaha itu ternyata cukup berhasil hingga sekarang ada kurang lebih 100.000 orang yang tinggal di kota ini. namun, walaupun sudah berpenduduk jumlah tersebut tidak sebanding dengan luasnya kota ini. ketika kita datang ke sana kota ini benar-benar sepi bahkan aku bisa foto di tengah-tengah Jalan Raya ala ala The Beatles gitu.

Lapangan Memorial Monumment Genghis Khan

nah destinasi pertama yang kita datangi itu adalah lapangan memorial genghis khan. Lapangan ini Luas banget dibagi jadi dua bagian seberang seberangan gitu, di lapangan yang pertama itu ada 4 patung besar yang menceritakan tentang sejarah dari Genghis Khan yang paling menarik adalah patung si Genghis Khan itu sendiri dan tokoh lainnya sedang berdiri.Image may contain: 7 people, people standing, sky and outdoor

Kita bisa tahu diri apa yang digunakan oleh patung tersebut bahwa kita bukan ini merupakan tokoh sejarah dari sejarah Islam karena dari pakaiannya menurut aku ada satu yang pakaiannya agak mirip dengan pakaian tradisional sufi di Turki. karena lapangan yang luas, agak susah untuk mendatangi semua monumennya. terutama kita hanya mendapatkan waktu sedikit. Di dekat patung Genghis Khan ada warga lokal yang menyewakan baju tradisional ini kita bisa berfoto di depan monumen-monumen disana menggunakan baju tradisional Mongolia. untuk harga sewanya Kalau tidak salah itu 10 yuan atau kita bisa juga hanya menyewa topinya.Image may contain: 8 people, people standing, sky and outdoor

Di lapangan seberangnya hanya ada satu patung kuda, Genghis Khan juga terkenal sebagai prajurit yang meraih masa kejayaannya di atas Kuda. Mungkin itu Kenapa terdapat patung kuda yang seperti sedang berperang. Selain di lapangan ini area sekitar lapangan juga menjadi tempat yang cukup menarik untuk berfoto Ria, karena Jalan Raya nya itu cukup sepi tapi tetap Kalau mau foto di Jalan Raya kita harus menunggu lampu merah karena masyarakat Ordos mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. Yang menarik di Kota Hantu ini adalah Tataan kotanya yang sangat rapi, di pinggir-pinggir jalan mereka tidak lupa untuk menghiasnya dengan bunga-bunga yang cantik yang juga menjadi salah satu Spot untuk berfoto Ria.

Makan Siang di Hilton Ordos

setelah sekitar 45 menit kita berfoto-foto di lapangan sekarang kita menuju tempat makan siang kita yaitu di Hotel Hilton, ketika sampai di hotel Hilton kita langsung menuju ke Hall besar untuk kita makan. Kita khas dengan cara dan hidangan khas warga Tiongkok. dengan meja yang dapat diputar dan beragai macam lauk pauk.

Image may contain: 1 person, sitting, table and food

Pengalaman makan siang pertama di mongolia ini cukup memuaskan, tapi satu yang langsung jadi catatan adalah “bawa air mineral botol sendiri” karna mereka hanya menyediakan air di teko yang rasanya kurang enak.

Selesai makan kita disediakan tempat salat di hall lantai 2, karena aku dan Dhira sedang berhalangan jadi sembari menunggu yang lain salat kita jalan-jalan di hotelnya. alhasil kita menemukan spot foto yang ciamik aka syantik ala-ala gitu.

Image may contain: indoor

selesai salat dan foto-foto kita langsung naik lagi ke bus untuk menempuh perjalanan kurang lebih 4-5jam untuk menuju hotel kita menginap. SOOOO, STAY TUNE FOR MY NEXT STORY ABOUT MY 2ND DAY IN INNER MONGOLIA!

CHEERS!

SALSASABILA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *